DPC PMKM Cabang Ambon Gelar Muscab I

DPC PMKM Cabang Ambon Gelar Muscab I

32
0
SHARE
DPC PMKM Cabang Ambon Gelar Muscab I

AMBON,POROSMALUKU.COM ;Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pergerakan Mahasiswa Kesehatan Maluku (PMKM) Ambon, Minggu (14/05/2017) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I yang dilaksanakan di Aula SMK Muhammadyah.

Ketua panitia, Andika Puji Harianto dalam laporannya mengatakan kegiatan yang diselenggarakan in merupakan ajang untuk memilih struktur kepengurusan baru dalam DPC PMKM Ambon dengan harapan lebih mempermudah pengontrolan kesenjangan sosial dan kesehatan di Kota Ambon.

Bukan hanya itu, kegiatan muscab ini mengusung tema Sukses konsolidasi, Sukses Kaderisasi dalam mewujudkan masyarakat Kota Ambon yang berkarakter sehat dan berkeadaban itu diharapkan DPC PMKM mampu mewujudkan cita-cita sesuai motto PMKM yakni Bersatu Sehatkan Maluku.

Selain itu, Ketua Dewan Penasehat PMKM, Muhammad Ansari dalam sambutannya mengatakan, pemerintah hingga kini masih menutup mata dari masalah kesehatan di Maluku. Bukan hanya itu, pemerintah juga belum menunjukan keberpihakannya bagi akademisi dari kesehatan. Dia mencontohkan, DPRD dan Pemerintah daerah tidak pernah melibatkan akademisi dari dunia kesehatan dalam pembentukan perda sehingga diharapkan akademisi kesehatan harus diberdayakan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Republik Indonesia Nono Sampono dalam arahannya mengatakan, bicara soal kesehatan bukan hanya mencakup Kota Ambon. Kota Ambon merupakan sentra dan pusat pelayanan yang pastinya seluruh sektor yang dibutuhkan akan lebih mudah.

Namun, jika bicara soal daerah pedalaman di bagian timur Maluku yakni Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), pelayanan kesehatannya masih jauh dari yang diharapkan. ” Bicara soal kesehatan, saya selaku Anggota DPD RI sudah berkeliling 358 Desa dan menemui hal-hal yang sadis menyangkut kesehatan di Maluku, makanya bicara soal Maluku bukan memakai barometer Kota Ambon tapi harus menggunakan kajian fakta yang harus dituntaskan,”katanya.

Menurutnya, jika ditanyakan kepada masyarakat yang ada di daerah MTB dan MBD terkait layanan dan fasilitas kesehatan di daerahnya atau secara luas Maluku, maka mereka inginkan untuk menjalani pengobatan di negara Timor Leste dan Kupang. Untuk itu dirinya mengharapkan agar pemerintah daerah tidak menutup mata dari masalah-masalah sosial di masyarakat. (Ello)

SHARE

NO COMMENTS