Dorong Ekonomi Maluku, Pelindo Lakukan FGD Eksport Langsung

Dorong Ekonomi Maluku, Pelindo Lakukan FGD Eksport Langsung

82
0
SHARE

Ambon, Porosmaluku,com – PT Pelindo IV (Persero) Cabang Ambon siap untuk itu melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan pemerintah daerah dalam hal ini stakeholder yanh membidangi ekspor, karena FGD yang dianggkat terkait dengan ekspor langsung.

Hal ini disampaikan oleh General Manager PT Pelindo Cabang Ambon, Farid Padang kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (20/3/2017). Dirinya mengatakan, FGD ekspor langsung dengan tema Sentralisasi Ekspor Langsung Via Pelabuhan Yosudarso Sebagai Pendorong Ekonomi Maluku, dilaksanakan, Selasa (21/3/2017).

“Besok (hari ini-red) kita akan laksanakan FGD terkait dengan ekspor langsung dimana beberapa waktu lalu kita telah melaksanakan MoU dengan pemerintah Provinsi Maluku untuk pelaksanaan ekspor langsung,” katanya.

Menurutnya, dengan melakukan ekspor langsung tentunya banyak kapal baru yang berminat untuk datang ke pelabuhan Ambon untuk melakukan kegiatan ekspor. Sehingga itu,  Pelindo berkeinginan untuk melakukan kerja sama dengan operator kapal asing yang siap melakukan ekspor langsung, dan saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan operator kapal laut emas yang akan mengangkut ekspor Maluku.

“Untuk persiapan, telah dilakukan, dan saat ini telah mencapai 80 persen,” katanya.

Sementara untuk provinsi Maluku yang selama ini memiliki kendala terkait dengan sucofindo telah mendapatkan persetujuan dari kemenhub untuk secepatnya membuka laboratorium di Provinsi Maluku.

Dirinya menambahkan, intinya adalah sentralisasi ekspro via pelabuhan Yosudarso sangat penting karena secara tidak langsung dapat mendorong integrasi ekspor dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Maluku untuk bersama-sama menggerakan ekspor dan meningkatkan ekspor.

Selama ini kegiatan ekspor yang dilakukan dipelabuhan Yosudarso tidak seperti yang diharapkan pemerintah. Pasalnya, berdasarkan data dari Bea Cukai ternyata barang yang diekspor total minimum selama sebulan sebanyak 107 kontainer namun yanh tercatat sebagai ekspor adalah 2 kontainer.

“Terkait dengan jumlah barang yang kita ekspor ini memang kita masih prioritas kepada barang baku karena belum ada industri. Yang kami ketahui persis selama ini yang terdaftar di Bea Cukai dari total minimum 107 kontainer yang tercatat hanya 2 kontainer otomatis cukai didaerah tidak dapat meningkatkan PAD-nya karena dampak gang diperoleh ekspor lebih banyak dikeluarkan oleh pelabuhan lain seperti surabaya yang memang barang yang diangkut hanya sampai dipelabuhan Surabaya baru ekspor ke Negara lain, otomatis kita punya barang namun pelabuhan lain yang melakukan ekspor,” jelasnya.

Untuk ekspor langsung, katanya juga dapat menambahkan jumlah barang yang diekspor seperti yang selama ini dilakukan dan juga tidak memakan waktu yang lama untuk ekspor.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengana pihak kapal yang selama ini melakukan import di Maluku karena dengan adanya import langsung juga sangat berpengaruh dengan ekonomi Maluku.

“Dengan dilaksanakan FGD, kami berharap, secepatnya kegiatan ekspor langsung dapat dilaksanakan karena seluruh fasilitas telah disiapkan,” tandasnya (PM-05)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY