Diskusi Kandidat Berikan Edukasi Bagi Masyarakat.

Diskusi Kandidat Berikan Edukasi Bagi Masyarakat.

7
0
SHARE
Diskusi Kandidat Berikan Edukasi Bagi Masyarakat

AMBON,POROSMALUKU.COM ; Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku gelar Diskusi publik bagi bakal calon (Balon) Gubernur Maluku,periode 2018-2023 di Aula Rektorat Universitas Pattimura (Unpatti) ,Minggu (23/07/2017). dengan adanya diskusi publik ini yakni calon pemimpin kedepan bisa memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat dalam proses pemilihan nanti,”ungkap Ketua Panitia Pelaksana ,Diskusi Publik Kandidat Bakal Calon Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku, Hendry Timisela yang di bacakan oleh Hanok Mandoku (Sekretaris P A GMNI )Maluku .

Diskusi tersebut dibawa sorotan tema ‘Menemukan Terobosan Pembangunan Maluku,Dengan Semangat Orang Basudara. dengan tujuan untuk lebih mencerdaskan masyarakat, tentang sosok pemimpin yang berkualitas serta mampu menghindari masyarakat dari adanya berbagai praktek politik kotor. ” dari total 12 Bakal Calon kandidat yang diundang , yang hadie hanya Tiga orang kandidat Mereka diantaranya,Bithzael Salfestes Temmar (BST),Johozua Max Yoltuwu (JMY) dan Komarrudin Watubun dalam Diskusi tersebut ada Tiga poin yang dibahas antara lain,sumber daya manusia melalui arah dan kebijakan,sumber daya alam lewat potensi dan strategi pengelolaan.Dan,Budaya dan karakter bangsa.

Menurut Timisela, sudah saatnya masyarakat digiring pada pendidikan atau pemahaman, tentang penentuan pilihan politik, tanpa berdasarkan uang atau money politic, agama, suku, ras dan sebagainya, tapi memilih atau menilai pemimpin lewat konsep dan track record yang mampu mensejahterakan masyarakat.

Dia membeberkan, sejumlah kandidat telah diundang termasuk petahana Ir. Said Assagaff. “Banyak balon yang diundang dalam debat publik ini, diantaranya Said Assagaff, Bito Temmar, Johozua Max Yoltuwu, Komaruddin Watubun, Barnabas Orno, Tagop Soulissa, Julius Latumaerissa, Herman Koedoebon, Anderias Rentanubun, Mozes Rudy F Timisela, Melkias Frans dan Hamdani Laturua.

Dan bagi saya, titik pentingnya Petahana harus bisa hadir sehingga masyarakat dapat menilai keseriusannya dan juga komitmennya dalam membangun Maluku”tandasnya. Dalam diskusi publik ini, sejumlah elemen masyarakat mulai dari masyarakat biasa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat juga diundang.

Bukan hanya itu, pimpinan parpol, akademisi, budayawan, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Organisasi Masyarakat (Ormas) dan a Non Governmental Organization (NGO) turut termasuk didalamnya (PM-02)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY