Deklarasi 500 tahun Rempah Indonesia di Maluku

Deklarasi 500 tahun Rempah Indonesia di Maluku

0
0
SHARE
Deklarasi 500 tahun Rempah Indonesia di Maluku

AMBON,POROSMALUKU.COM ; Deklarasi 500 tahun rempah Indonesia di Maluku di Islamic Center Waihaong Ambon, Rabu (04/10/2017) deklarasi ini di tandai dengan Penyerahan bantuan anakan pohon pala dan cengkeh kepada perwakilan petani dari 11 Kabupaten/Kota se Maluku oleh Mentri Pertanian (Mentan) Amran ” 500 tahun lalu, bangsa – bangsa di dunia seperti, Inggris, Portugis, Spanyol, Belanda, China dan Arab datang ke sini (Maluku) karena rempah – rempah, kini kita kembalikan kejayaannya lagi,”

kata Mentan Untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia di Maluku dan Malut di tahun 2017, Kementerian Pertanian (Kementan) langsung mengucurkan bantuan Rp 200 miliar kepada dua provinsi itu untuk pembibitan rempah, seperti cengkeh, pala, kayu manis dan cokelat yang menjadi pruduk andalan Maluku.

Tahun 2017 ini, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan ( APBN-P) telah dialokasikan anggaran Rp 5,5 triliun untuk bibit rempah. Dan bagi Maluku dan Maluku Utara kita kucurkan masing – masing Rp 100 miliar.
Mentan menyatakan, jika bantuan tersebut masih kurang, masih ada anggaran tambahan selama tiga tahun ke depan.

Dana tersebut, belum termasuk dana pendamping yang melibatkan Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kualitas bibit rempah.

Menteri Amran meminta kepala dinas terkait, agar mengalokasikan bantuan tersebut ke sejumlah daerah berdasarkan keunggulannya masing-masing. Jadi arahnya skala ekonomis.

Guna mendukung pelaksanàan kegiatan dimaksud Menteri juga memberi bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor sebanyak 20 unit.

“Ini dulu fokus, jangan diecer, katanya. Ia menyatakan, untuk menyejahterakan petani, pemerintah mendorong investor untuk datang dan membangun industri pengolahan sekaligus menjual produk jadi.

Menteri Amran pun mendorong pihak Perguruan Tinggi turut berpartisipasi pada kegiatan yang bertujuan mengembalikan kejayaan rempah nusantara 500 tahun silam, kala dijajah Eropa.

Para akademisi diharapkan menjadi pendamping, agar implementasinya di lapangan berjalan optimal. Hadir dalam kegiatan ini, Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Muhammad Natsir Thaib, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara, Walikota dan Bupati se Maluku dan Malut. (PM-02).

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY