Dampingi Tim Kejagung RI, Hearing Komisi B Ditunda

Dampingi Tim Kejagung RI, Hearing Komisi B Ditunda

143
0
BERBAGI

AMBON,POROSMALUKU.com – Komisi B DPRD Maluku yang diketuai oleh Reinhard Toumahuw, Kamis (18/2) kembali mengagendakan rapat bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku.

Informasi yang berhasil dihimpun, Komisi B secara resmi mengundang Kepala Dinas ESDM Maluku Martha Nanlohy, Pukul 14.00 wit untuk meminta penjelasan seputar hasil kunjungan komisi ke Gunung Botak belum lama ini.

Namun informasi lain yang berhasil dihimpun media ini Kepala Dinas ESDM mendadak mendampingi personil dari Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang datang ke Maluku untuk mengawasi sejumlah permasalahan salah satunya terkait masalah Gunung Botak. Alhasil kadis hanya mengutus Sekretaris Dinas sebut saja Poppy untuk menghadiri rapat tersebut. Namun sayangnya, rapat yang dibuka oleh Ketua Komisi B terpaksa ditunda hingga sang kadis tiba di Ambon.

Sementara itu, Anggota Komisi B, Julius Patipeiluhu mengaku geram dengan ulah sang kadis terhadap kondisi kemasyarakatan yang terjadi di Pulau Buru.

“Kalau sekiranya rapat tersebut jadi, maka yang pastinya kita akan meminta pertanggungjawaban sang kadis yang terkesan menipu kita di DPRD,”kata Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu.

Dia membeberkan, hasil tinjauan yang dilakukan oleh komisi menemukan secara fisik kerusakan lingkungan akibat adanya penambangan liar dengan zat berbahaya terlihat parah.

Menurutnya, kerusakan lingkungan semakin parah disebabkan oleh metode dan prosedur pembersihan yang belum maksimal.

Sementara itu, fakta lapangan ditemukan adanya pekerjaan yang dimainkan oleh PT.BPS itu. Pihak ketiga hasil MoU sepihak itu secara terang-terangan hanya ingin meraup keuntungan. Bagaimana tidak, pembersihan sedimen yang seharusnya dilakukan pada lokasi tergenangnya sianida dan mercury tidak dilakukan, justru sebaliknya perusahaan yang memiliki 13 anakan koperasi itu melakukan pengangkatan sedimen di lokasi yang belum terkena zat berbahaya. Diduga kuat, sedimen yang diangkat pada bagian hulu sungai Anhony adalah sedimen yang mengandung material emas.

“Aneh sekali jika wilayah yang bersentuhan langsung dengan sianida dan mercury tidak dibersihkan,namun yang dibersihkan adalah lokasi yang belum bersentuhan langsung dengan zat berbahaya itu, saya duga material yang diangkat dari bagian hulu itu adalah material emas.”tutupnya. REL

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY