BPBD Maluku Gelar Workshop Tingkatkan Kemampuan Hadapi Bencana

BPBD Maluku Gelar Workshop Tingkatkan Kemampuan Hadapi Bencana

35
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Dampak dari sebuah bencana yang sering terjadi di Maluku membuat kerugian yang begitu besar bagi Masyarakat yang ada, Untuk itu dalam meningkatkan kemampuan menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku gelar Workshop, di Ambon, Selasa (7/3/2017)

Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku Said Assagaff, yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Halim Daties, meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan terkait ancaman bencana dan pengurangan resiko bencana, yang dapat dilakukan oleh komunitas.

“Pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat merupakan upaya yang dilakukan sendiri oleh masyarakat, untuk menemukenali ancaman yang mungkin terjadi di wilayahnya, dan menemukenali kerentanan yang ada di wilayahnya, serta menemukenali potensi atau kapasitas yang dimiliki, untuk meredam atau mengurangi dampak dari bencana tersebut,” paparnya.

Terkait dengan hal tersebut, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Daties, Gubernur Assagaff meminta, seluruh SKPD terkait penanggulangan bencana di Provinsi Maluku, dan juga di kabupaten/kota, agar memberikan perhatian serius terhadap workshop ini.

Senada dengan Gubernur, Wakil Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof.Dr Suratman selaku narasumber katakan, Maluku merupakan pulau kecil dan memiliki lereng yang curam, sehingga potensi bencana yang sangat mudah terjadi adalah longsor, banji dan gempa bumi.

“Apalagi bila hutan-hutan gundul, dan tata letak pemukiman yang tidak baik. Maka potensi bencana akan sangat cepat terjadi,” tandasnya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan workshop dengan judul yang sama, yang telah diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 11 September 2015 dan merupakan bagian dari program hibah CaRED.

“Program hibah CaRED merupakan hasil kerjasama dari Pemerintah New Zealand dengan UGM dalam rangka menghadapi bencana dan pengembangan ekonomi. Workshop ini merupakan bagian akhir dari kegiatan tahnu ketiga yang merupakan tahun akhir dari program hibah tersebut di Ambon dan Seram Bagian Barat (SBB),” terangnya.

Sementara itu BPBD Provinsi Maluku Farida Salampesi menjelaskan, jadi sebagaimana yang disampaikan tadi bahwa kegiatan ini adalah merupakan kegiatan yang memang selama tahun 2014/2016 direncanakan oleh BPBD Maluku terutama di daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yaitu di dusun kambelu dusun talaga dan dusun masiri.

“Tiga dusun Ini memang rentan sekali terhadap bencana banjir dan tanah longsor karena pernah pernah kejadian tahun 2012 itu kan ada banjir bandang di dusun Masiri dan dusun dusun lainnya, dalam penguatan kelembagaan sebagaimana telah disampaikan oleh pak Warek UGM tadi memang benar, penguatan itu lebih banyak harus kepada masyarakat karena memang kita bukan daerah kontinental, sementara kita adalah daerah kepulauan yang memang semua kabupatennya,” ungkapnya.

Narasumber pada kegiatan workshop tersebut berasal dari BPBD Provinsi Maluku, Kab. SBB, UGM dan Universitas Pattimura (UNPATTI). Sedangkan para peserta meliputi perwakilan dari instansi dalam Pemprov Maluku, Kota Ambon, Kabupaten SBB, Kabupaten sekitarnya dan Balai Wilayah Sungai (BSW) Maluku. (PM-05)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY