Berkas Kasus Penyerobotan Hutan SBB Telah Dikembalikan PPNS Ke Kejati

Berkas Kasus Penyerobotan Hutan SBB Telah Dikembalikan PPNS Ke Kejati

111
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Berkas tersangka penyerobotan lahan, Samuel Paulus Puttilehalat alias Remon telah dikembalikan oleh Pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Provinsi Maluku ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Hutan Dinas Kehutanan Maluku, Sandy Luhulima kepada wartawan di Ambon, Jumat kemarin.

“Kami telah mengembalikan berkasnya sejak Kamis (9/3/2017) siang,” katanya.

Menurutnya, PPNS baru bisa menyerahkan berkas Remon karenan harus melengkapi petunjuk jaksa.

“Ada petunjuk jaksa yang perlu kita lengkapi. Berkasnya sudah sejak pertengahan Februari lalu pada kami, namun karena harus dilengkapi jadi baru bisa dikembalikan kamis kemarin,” ujarnya.

Namun dirinya enggan menyebutkan petunjuk apa yang harus dilengkapi, hanya ia memastikan, pihak PPNS Dishut, selalu bersedia apabila diminta untuk melengkapi berkas tersebut.

kasus yang menyeret Remon bermula saat personil Dishut Provinsi Maluku bersama Ditreskrimsus Polda Maluku melakukan operasi gabungan saat pembukaan jalan di kawasan Ariate Waisala, Kabupaten SBB tahun 2013 lalu.

Dalam operasi tersebut, menemukan penyerobotan hutan produksi dan kawasan konservasi di Gunung Sahuwai tanpa ijin dari Menteri Kehutanan. Remon kemudian dicecar terkait proyek yang ditangani oleh PT Karya Ruata tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan, PPNS Kehutanan menetapkan Remon sebagai tersangka pada 4 Januari 2016. Dia dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 50 ayat (3) huruf a dan j, pasal 78 ayat (2) dan ayat (9) serta ayat (15) Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Jo Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda RP5 miliar. (PM-05)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY