Belum Ada Kejelasan, PLN Dinilai Bohongi Publik

Belum Ada Kejelasan, PLN Dinilai Bohongi Publik

43
0
BERBAGI

AMBON, Porosmaluku,com – Belum ada kejelasan kedatangakan Marine Vessel (Kapal Pembangkit Listrik) berkapasitas 60 megawatt ke kota Ambon, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dianggap melakukan pembohongan publik.

Ketua Komisi II DPRD Ambon, Lucky Upulatu Nikyuluw mengatakan, apa yang disampaikan GM PLN wilayah Maluku-Maluku Utara terhadap kapal Pembagkit listrik yang belum dipastikan akan didatangkan, patut dipertanyakan.

Upulatu menjelaskan, PLN terkesan melakukan pembohongan publik, karena sebelumnya, Komisi telah melakukan kunjungan hingga ke PLN pusat di Jakarta. Dan telah dijanjikan bahwa kota Ambon akan mendapat bantuan Kapal pembangkit yang akan didatangkan pada November 2016 ini.

“Hal ini kan Upaya jangka Panjang dari PLN, untuk menjawab ketersediaan pasokan listrik di kota Ambon, karena bisa dilihat memang pasokan listrik sangatlah berkurang, Dan ketika komisi II lakukan konsultasi ke PLN pusat, dan itu telah disanggupi bahwa November 2016 akan hadir,” tandas, Lucky kepada awak media di Balai Rakyar Belakang Soya, Rabu (16/11/2016).

Namun sampai saat ini, faktanya PLN belum dapat pastikan, maka komisi menilai, ini adalah pembohongan publik kepada warga kota Ambon. Jika PLN berdalih bahwa keputusan hadir dan tidak hadirnya Kapal tersebut ada pada pemilik kapal, maka itu menjadi urusan PLN. Karena sebagai wakil rakyat, tentunya komisi akan tetap mempertanyakan komitmen PLN.

“Jika alasannya pada pemilik kapal itu urusan PLN. Karena kan sudah ada MoU yang dibangun. Dan itu yang akan kita pertanyakan. Karena kapal pembangkit sangat menunjang pasokan listrik di kota Ambon. Dan kita siap memanggil PLN untuk mempertanyakan kedatangan kapal tersebut,” terangnya.

Ditempat yang sama Wakil Ketua Komisi II DPRD Ambon, Achmad Ohorella, mengatakan bahwa PLN telah menjanjikan kapal pembangkit pada awal Januari 2016. Bahkan komitmen awal disampaikan akan didatangkan pada Juni 2016. Namun karena beberapa hal penting, PLN kembali mengundurkan waktu sehingga komisi melakukan kunjungan ke PLN pusat untuk menayakan langsung terkait kapal tersebut. Dan telah disanggupi akan didatangkan pada November 2016.

“Kita sudah kunjungi PLN pusat untuk mendengarkan secara langsung. Dan sudah disanggupi pada November ini. Dan jika belum ada kepastian maka patut dipertanyakan. Karena baik pemerintah maupun masyarakat saat ini sangat menantikan kapal tersebut. Karena akan menambah pasokan listrik untuk kota Ambon. Jika tidak jadi didatangkan, maka PLN wilayah sampai dengan pusat dianggap membohongi publik,” pesannya.

Ohorella mengaku, hal ini akan menjadi perhatian serius komisi untuk kedepan mengagendakan rapat bersama dengan PLN wilayah maupun cabang. Sehingga komisi dapat mempertanyakan kapal tersebut.

“Kita akan tetap memanggil PLN untuk pertanyakan dan bertanggung jabaw terkait kapal pembangkit yang belum dapat dipastikan. Karena setau kita, masih ada defisit di kota Ambon. Dan kita akan tanyakan itu,” ingatnya. (GL)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY