Bekraf Bentuk TIM P4 Untuk Berantas Pembajakan Hasil Karya Anak Maluku

Bekraf Bentuk TIM P4 Untuk Berantas Pembajakan Hasil Karya Anak Maluku

41
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI mengaku selama ini hasil karya anak bangsa termasuk anak-anak Maluku banyak yang dibajak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Bekraf adalah lembaga non pemerintah setingkat kementerian bertekad untuk memberantas yang namanya pembajakan hasil karya termasuk yang dimiliki anak-anak Maluku dan Kota Ambon yang saat ini sementara mempersiapkan diri menjadi kota musik dunia.

Untuk memberantas hal ini maka, dibentuklah tim Penanganan Pengaduan Pembajakan Produk (P4) Ekonomi Kreatif. Tim ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016 lalu, namun sosialisasi untuk Kota Ambon sendiri baru dilakukan di tahun ini, sebab tim harus bekerja menanangani beberapa kasus di daerah lain atas laporan pembajakan yang terjadi.

“Pengaduan ini masuk dari siapa saja boleh dan tim akan dampingi dari awal sampai putusan pengadilan, sekalipun bagi pelaku usaha yang berkembang pada sektor ekonomi kreatif,” jelas Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) BekrafRI, Robinson Sinaga kepada wartawan di Ambon, Senin (27/2/2017).

Menurutnya, pembajakan itu sifatnya delik aduan, sehingga mulai dari menyiapkan aduan ke kepolisian, penyidikan, peyelidikan hingga penuntutan, tim akan mendampinggi dan ini menjadi keuntungan bagi para pelaku usaha.

Sejauh ini Bekraf memang belum mendapat laporan dari para pelaku usaha di Ambon tentang ada produk yang dihasilkan mereka di bajak. Kalau memang ada seperti itu silahkan langsung laporkan ke tim.

“Selama ini memang ada, namun masyarakat tidak tahu harus kemana mengadu dan apa yang harus mereka siapkan untuk lawan pembajak. Dengan dibentuknya tim P4 maka kita siap berantas yang namanya pembajakan,” tandasnya.

Ditambahkan, sebagai salah satu lembaga yang membantu Ambon menuju kota musik dunia maka, Bekraf RI juga bertanggung jawab melindunggi hasil karya masyarakat Indonesia termasuk yang ada di Maluku dan Kota Ambon.

“Target kita pembajakan itu menurun sehingga orang yang berkarya, bisa mendapat royalti dari karya yang diciptakan. Dengan demikian maka, ekonomi masyarakat bisa berkembang,” pungkasnya. (PM-05)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY