Bahaya! Universitas Terbuka Bakal Ditutup, Rektor Tak Gubris

Bahaya! Universitas Terbuka Bakal Ditutup, Rektor Tak Gubris

575
0
SHARE

AMBON, POROSMALUKU.Com: Beredarnya Isu di kalangan masyarakat terkait akan ditutupnya Universitas Terbuka di Ambon-Maluku semakin ramai diperbincangkan, hingga di dalam angkot ternyata tidak digubris oleh pihak kampus UT sendiri, saat beberapa awak media hendak mempertanyakan kepastian tentang isu tersebut, justru rektor yang baru bertugas di Ambon itu tidak berani bertemu langsung dan memberikan penjelasan, bahkan sepertinya tidak dianggap penting oleh Rektor UT di Ambon-Maluku, Dra Banak Lince ,S.pd, M. Pd lantaran dirinya tidak bersedia untuk menerima wartawan yang bertujuan untuk melakukan konfirmasi terkait dengan informasi yang kini beredar di masyarakat.

Namun sayangnya menurut salah satu staf pada UT Maluku bahwa Rektor tidak bisa diganggu karena sedang ada kegiatan lain, namun dirinya juga sempat mengatakan jika ada bukti terkait isu tersebut dirinya bakal menyempatkan waktu.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun di masyarakat, isu bakal cabutnya izin perngoperasian UT Maluku berkaitan dengan hasil atau output dari UT khsususnya para guru yang melanjutkan kuliah lanjutan untuk meraih gelar sarjana tidak menunjukan peningkatan skil dan kemampuan yang dimiliki sehingga terkesan kuliah lanjutan di UT Maluku hanya untuk mendapat gelar sarjana (S1) dan sebatas rutinitas simbol belaka untuk melengkapi persyaratan untuk mendapat gelar.

Sebagaimana diketahui sistim perkuliahan di UT adalah sistem perkuliahan yang hanya mengandalkan modul, yang berisikan materi terkait bidang studi yang digeluti, sehingga yang dibutuhkan adalah hanya membaca, yang tentunya sangat diragukan jika seorang mahasiswa calon sarjana terlebih khusus para guru dapat menguasai modul yang diterima.

Yang sangat disayangkan lagi, sikap rektor yang acuh itu,tidak pantas ditunjukan, mestinya rektor memberitahukan kepada publik tentang UT agar dapat dimengerti khalayak luas, bukannya ketika ada isu malah membiarkan isu tetap berkembang.

“Kalau itu isu yang dibahas di masyarakat, ya biarkan saja isu itu berkembang, “kata rektor melalui salah satu stafnya.

Pihak kampus tidak memikirkan hal lain yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari bila isu yang tak tau kebenarannya itu mencuat terus di kalangan masyarakat Maluku.

Tetapi karena tidak digubris oleh pihak kampus, tentu biarkan saja publik menilai dan masyarakat sendiri yang akan menentukan pilihannya. EL

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY