Arahan Gubmal Saat Melantik Penjabat Wali Kota Ambon

Arahan Gubmal Saat Melantik Penjabat Wali Kota Ambon

84
0
BERBAGI

AMBON, Porosmaluku.Com: Gubernur Maluku, Said Assagaf melantik penjabat Wali Kota Ambon, Frans Johanis Papilaya guna mengisi kekosongan yang terjadi dalam pemerintahan Kota Ambon, sampai dengan terpilihnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon hasil Pilkada 2017 nanti.

Papilaya diangkat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam RI Nomor 131-81-5877 tahun 2016 tertanggal 1 Agustus 2016 tentang pengangkatan penjabat Wali Kota Ambon -Provinsi Maluku, berhubung dengan Surat Keputusan Nomor 131.81-5875 tahun 2016 tanggal 1 Agustus 2016 tentang pemberhentian Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan M.A.S Latuconsinna.

Dihadiri oleh Forkopinda Kota Ambon dan Provinsi Maluku, Pimpinan SKPD di lingkup Pemkot Ambon, dan provinsi Maluku,Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Kapolda Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Ketua dan Anggota DPRD Kota Ambon dan Provinsi Maluku, Ketua KPU Kota Ambon pelantikan digelar di Lantai Tujuh Kantor Gubernur Maluku (4/8)

Dalam sambutannya Gubernur Maluku mengungkapkan, saat ini seluruh pertanyaan masyarakat Kota Ambon sudah terjawab, dengan semangat untuk membangun dan membuat perubahan adalah sesuatu yang mutlak tanpa harus dihalangi oleh siapapun.

Dalam aspek kepemimpinan, perubahan itu sesuatu hal yang wajar dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. kepemimpinan dalam pemerintahan pasti ada perubahan, itu sudah menjadi hukum alam.

Dikatakan, semua mekanisme pengalihan kepemimpinan khususnya bagi daerah yang akan melakukan Pilkada serentak termasuk juga Kota Ambon telah diatur sesuai legal formal sesuai aturan yang berlaku baik tentang Pilkada maupun Pemerintahan daerah.

Kini telah banyak kemajuan yang dicapai lima tahun ini dalam masa kepemimpinan Richard Louhenapessy maupun M.A.S Latuconsinna atas semua kerja keras terakhir Kota Ambon mendapatkan penghargaan Adipura Tahun 2016. ini sebuah prestasi dan kebanggaan kita bersama warga Kota Ambon.

Dirinya bahkan memberikan beberapa arahan kepada penjabat wali Kota Ambon berdasarkan dua tugas utama sebagaimana tertuang dalam keputusan Mendagri yang mesti menjadi prioritas, untuk nantinya dapat melanjutkan penyelenggaraan roda pemerintahan di Kota Ambon dan memfasilitasi suksesnya penyelenggaraan Pilkada.

Saya berharap, persiapan awal KPU dan Panwaslu terkait dengan penyelenggaraan Pilkada di Kota Ambon ini telah dituntaskan, Penjabat Wali Kota Ambon mestinya mengecek ulang sampai dimana tingkat kesiapaanya.

“Segera bangun konsolidasi, manfaatkan semua kemampuan yang ada untuk menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga tidak terlibat dalam praktek politik praktis, dan berpihak kepada calon kepada daerah tertentu untuk mennjamin birokrasi Kota Ambon agar dapat berjalan dengan profesional dan fokus terhadap tugas pemerintahan, pelayanan publik dan terlaksananya tahapan pilkada.

Dia menegaskan, Penjabat Walikota dilarang melakukan mutasi kecuali mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Maluku

“Saya percaya saudara wali kota punya kapasitas untuk tugas tersebut yang kuncinya ada dalam bagaimana mengefektifkan kepemimpinan yang terkoordinasi secara baik, jalin terus hubungan dengan DPRD Kota Ambon sebagai mitra kerja, relasi yang solid sangat diperlukan guna mengefektifkan program program strategi pembangunan daerah.

Sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah dirinya meminta agar penjabat wali kota dan seluruh Bupati di Maluku untuk secepatnya menyerahkan P3D sebagai akibat dari pengalihannya sejumlah urusan kabupaten Kota ke provinsi dan sebaliknya.

“Tugas ini perlu dituntaskan sebelum October 2016 sebab implementasi urusan pemerintahan yang dialihkan itu penganggarannya sudah harus dialihakan dan dikerjakan secara efektif bagi masing masing jenjang pemerintahan sesuai dengan kewenangan pada 1 Januari 2017 nanti,” ujarnya.

Sebagai Kota sedang, yang menyandang status sebagai Ibu kota Provinsi , sudah tentu dihadapkan dengan dinamika perekonomian, investaasi dan sektor rill yang cukup berat, karena itu harus mampu menggerahkan seluruh potensi sumber daya yang ada baik birokrasi, masyarakat, maupun SDA untuk akselerasi pembangunan daerah menjawab pembangunan daerah, menciptakan kepastian dan pelayanan publik terutama dalam kaitannya dengan pelayanan dasar.

Saya berharap, penjabat, dapat menjaga irama pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini, penting untuk selalu memonitoring, evaluasi program ADD, dan DD yang telah dikucurkan maupun yang belum direalisasi, dengan terus meningkatkan program pembangunan strategis di Kota Ambon.

Dirinya yakin, dengan berlatar belakang sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, akan mampu berkomunikasi proaktif guna mendorong peningkatan perdagangan, usaha, dan investasi di Kota Ambon

Stabilitas sosial masyarakat, meningkatnya perilaku saling mencela, menghina atau mengumpat di media sosial tidak digunakan secara positif tapi digunakan secara negatif dengan mengabaikan norma norma, etika dan sopan santun, kita mestinya kebih cerdas dalam menghadapi fenomena sosial, agar stabilitas keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga dengan pantauan aparat kepolisian, terutama saat menjelang Pilkada agar tidak muncul stetemen yang bernuasa negatif, keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan jajaran Forkopinda Kota Ambon.

“Perilaku pimpinan umat sangat berpengaruh dalam menghadapi kenaikan suhu politik menjelang pilkada nanti. terus bangun koordinasi dengan TNI.POLRI agar potensi konflik dapat diatasi secara baik. Eda

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY